← Kembali ke semua artikel

Chatbot WhatsApp untuk Ecommerce: Balas Chat 24 Jam

Toko online kamu kebanjiran chat, tapi yang jadi duit cuma sedikit. Sisanya tanya ini-itu, terus hilang. Chatbot WhatsApp untuk ecommerce ngambil alih bagian yang paling bikin capek: jawab pertanyaan basi sambil ngejar yang hampir checkout.

Inti artikel
  • Di ecommerce, 1 orang bisa nanya 6 kali sebelum transfer. Yang nggak dibalas cepat, pindah toko.
  • Pertanyaan stok, ukuran, ongkir, dan resi itu 70% chat masuk. Ini yang paling gampang diotomatiskan.
  • Bot AI belajar dari chat CS kamu, jadi jawabannya nyambung walau kalimat pembeli ngawur.
  • Yang paling ngaruh ke omzet: follow-up buat pembeli yang udah tanya tapi belum bayar.

Chat yang paling sering bikin order bocor

Buka inbox toko kamu, terus filter chat yang isinya cuma satu-dua baris. Ada pola yang keulang tiap hari. \"L masih ada?\", \"ini size chart gimana?\", \"bisa COD nggak?\", \"sampai Bandung ongkirnya berapa?\" Nanya resi juga, padahal resinya baru masuk besok pagi.

Pertanyaan-pertanyaan itu nggak susah. Cuma butuh cepat. Masalahnya chat masuk nggak nunggu jam kerja. Jam 23.40 orang lagi scroll, nanya, terus ngarep dibales 2 menit. Kalau baru kebales jam 9 pagi, dia udah checkout di toko lain. Tenang, dia nggak ngambek. Dia cuma lupa toko kamu.

Yang agak beda itu chat dari iklan. Traffic dari iklan cenderung lebih nanya detail, karena dia baru kenal toko kamu. Kalau CS cuma ada dua orang, jam 2 pagi chat iklan kamu nggak ada yang jaga. Di situlah biaya iklan terasa kebuang.

Bot AI vs auto reply template

Auto reply WhatsApp Business itu cuma nyocokin kata kunci. Orang nulis \"ada yang bisa dipakai buat hamil nggak bu?\" bot cuma ngerti kata \"ada\", terus ngelempar template greeting. Pembeli capek, dan kamu keliatan nggak baca chat.

Chatbot AI kerjanya beda. Yang dipakai Wonten.Ai, misal, kamu kasih bahan mentahnya dulu: katalog produk, varian ukuran, aturan ongkir per kurir, kebijakan retur, sampai script CS yang biasa dipakai tim kamu. Terus AI-nya belajar dari riwayat chat CS. Jadi gaya jawabnya niru tim kamu, bukan bahasa robot.

Hasilnya kelihatan di chat yang nggak rapi. \"kak yg warna item xl udh restock? kmrn ktnya kosong\". Auto reply nyerah. Bot AI paham kalau yang ditanya SKU tertentu, dan dia jawab pakai status stok terbaru.

Penting juga ada human handoff. Kalau pembeli komplain barang rusak atau minta batal karena udah muak, chat dilempar ke CS manusia lengkap sama isi percakapannya. Jadi pembeli nggak disuruh ngulang cerita dari nol.

Contoh balasan yang bikin orang transfer

Pertanyaan stok dan harga. Jangan jawab panjang. Sebut harga, bilang stok masih ada atau tinggal berapa, terus tawarin varian lain kalau yang dicari habis. Bot bisa langsung nempelin link produk, jadi pembeli nggak perlu kamu giring ke mana-mana.

Pertanyaan ukuran. Ini yang sering bikin ragu dan akhirnya nggak jadi bayar. Kasih tabel ukuran, terus satu rekomendasi spesifik. Misal: \"tinggi 170, berat 65 biasanya ambil L kak\". Kalimat pendek kayak gitu ngebantu banget.

Pertanyaan ongkir. Pembeli tanya \"sampai Surabaya berapa?\" Kalau datanya udah masuk, bot bisa langsung hitung per kurir. Jangan cuma bilang \"ongkir menyesuaikan\" — itu jawaban yang bikin orang kabur.

Yang paling sering dilewatkan: chat setelah transfer. \"Udah aku transfer ya kak.\" Bot konfirmasi nominal, kasih estimasi kirim, terus simpan datanya di CRM. Besoknya kalau resi belum diinput, dia bisa follow-up sendiri ke pembeli. Ini yang bikin pembeli percaya dan balik lagi.

Bikin pembeli balik lagi

Di ecommerce, pembeli lama jauh lebih murah daripada pembeli baru. Masalahnya data mereka berserak. Ada di WhatsApp, ada di aplikasi marketplace, ada di notes HP admin.

Kalau pakai CRM & Pipeline macam punya Wonten.Ai, tiap chat otomatis kecatat. Siapa yang udah tanya, siapa yang udah bayar, siapa yang cuma tanya terus ngilang. Dari situ follow-up otomatis jalan sendiri, misal 3 jam setelah chat terakhir yang belum dibayar.

Yang jualan lewat iklan Meta juga bisa pakai Meta CAPI. Data closing dikirim balik ke Meta, jadi algoritmanya belajar siapa yang mirip sama pembeli kamu yang asli. Ini ngaruh ke biaya iklan per order, biasanya baru kerasa setelah beberapa minggu data terkumpul.

Pernah ngitung nggak, berapa order hilang dalam sebulan cuma gara-gara chat lambat?

Soal biaya bulanan

Harga platform AI CS di Indonesia beda-beda. Wonten.Ai mulai Rp 499 ribu sebulan untuk 1 agent, Pro Rp 759 ribu, dan Advance Rp 3.999.000 buat tim yang agennya banyak. Detailnya ada di halaman harga Wonten.Ai. Nomor WA-nya tetap milik kamu, jadi nggak ada nomor baru yang lepas dari tangan.

Kalau dihitung sama gaji CS shift malam, nominal itu masih masuk akal. Apalagi balasannya konsisten, nggak tergantung mood, dan nggak pernah tidur jam 2 pagi.

Bikin chat toko kamu jalan sendiri

Jawab stok, ukuran, dan ongkir 24 jam. Follow-up yang hampir bayar, otomatis.

Coba Wonten.AI Sekarang