Chatbot WhatsApp untuk Dropship: Balas Order 24 Jam
Dropship itu jualan tanpa stok sendiri. Barang ada di supplier, tapi chat tetap kamu yang jawab. Dan pertanyaannya itu-itu lagi: stok ready nggak, ongkir berapa, kirim dari mana. Telat bales, order ngeloyor ke toko sebelah.
- Chat dropship didominasi tiga hal: stok, tarif ongkir, dan kota asal kirim.
- Bot bisa cek stok ke product knowledge kamu, lalu hitung ongkir otomatis.
- Reseller jangan disamain pembeli biasa. Harga dan aturan retur beda.
- Order yang belum dibayar tetap di-follow-up, jadi nggak menggantung.
Kenapa chat dropship gampang bocor
Dropshipper itu biasanya pegang banyak SKU. Ada yang 30, ada yang sampai 300. Makin banyak produk, makin banyak juga chat masuk.
Masalahnya waktu. Chat numpuk di jam 19.00 sampai 22.00, pas kamu lagi packing atau makan malam. Satu chat yang nggak kebales cepat, ordernya hilang.
Contoh nyata dari toko aksesoris HP: "Kak ini ready? Kirim dari mana?" Masuk jam 22.40, baru kebales besok jam 8. Pagi itu pembelinya sudah checkout di toko lain. Bukan karena harga kita mahal, cuma karena balesnya lama.
Pernah buka WhatsApp pagi-pagi, lihat 40 chat belum kebales, dan bingung mau mulai dari mana?
Pembeli vs reseller jangan disamain
Ini yang sering kelupaan. Chat dropship itu campur jadi satu: ada pembeli akhir, ada reseller. Dua-duanya nanya hal beda.
- Pembeli akhir. Warnanya ada nggak, ukurannya pas nggak, ongkir ke Nganjuk berapa, bisa COD?
- Reseller. Harga modal berapa, minimal ambil berapa pcs, boleh dropship juga, retur barang rusak gimana?
Kalau bot disuruh nanya dulu, jalurnya jadi rapi. Satu pertanyaan pembuka seperti "Ini buat dipakai sendiri atau dijual lagi kak?" sudah cukup buat misahin percakapan. Pembeli akhir masuk jalur harga retail, reseller langsung dapat daftar harga khusus.
Efeknya keliatan di angka. Tim yang misahin dua jalur ini biasanya retur dan salah hitung ongkir turun, karena bot nggak lagi ngeblak satu harga ke semua orang.
Kerjaan yang bisa diserahkan ke bot
Anggap bot ini admin yang jaga WhatsApp 24 jam. Dia nggak gantiin kamu, cuma nyaring chat biar kamu tinggal ngurus yang sudah mau bayar.
Yang biasa dia kerjain:
- Jawab stok sesuai data produk yang kamu masukin. Kalau kosong, dia tawarin alternatif warna atau ukuran.
- Hitung ongkir dari kota asal supplier, termasuk kasus kamu punya stok di dua gudang.
- Kirim resi dan update pengiriman, jadi kamu nggak perlu copas nomor satu-satu.
- Follow-up order yang sudah tanya tapi belum bayar. Misal diulang 24 jam kemudian.
- Catat lead ke CRM lengkap dengan sumber iklannya.
- Serahin ke manusia kalau ada komplain barang rusak atau minta nego di luar aturan.
Kalau supplier kamu sudah punya sistem sendiri, cek juga REST API & Webhook. Data chat bisa otomatis masuk ke aplikasi stok atau ke sistem order supplier, nggak perlu input dua kali.
Di Wonten.Ai, AI-nya belajar dari riwayat chat CS kamu, SOP, dan product knowledge. Jadi gaya balesnya masih kayak tim kamu, bukan jawaban robot kaku.
Contoh chat jam 2 pagi
Ini contoh percakapan tengah malam. Perhatikan, bot nanya dulu sebelum ngehitung ongkir.
Pembeli: "Kaos polos hitam L masih ada?"
Bot: "Masih ada kak, stok di gudang Pare."
Bot: "Kirim ke alamat mana kakaknya? Saya sekalian hitungkan ongkirnya."
Pembeli: "Kediri kota, 3 pcs."
Bot: "Siap, 3 pcs total Rp 132 ribu plus ongkir Rp 18 ribu. Saya kunci ordernya ya kak?"
Bandingkan dengan balasan "Ready kak, silakan order." Itu jawaban yang jawab pertanyaan, tapi nggak menggerakkan apa pun. Bedanya tipis, tapi di situlah order jadi dan nggak jadi.
Contoh lain yang sering kepake buat reseller: bot kirim daftar harga, minimal ambil 12 pcs, lalu tanya mau dropship atau dikirim borongan. Polanya mirip dengan chatbot untuk ecommerce — hitung dulu, baru kunci.
Mulai dari mana, tanpa nambah admin
Nggak perlu proyek besar. Ini urutan yang paling cepat buat kamu:
- Kumpulin 20 pertanyaan yang paling sering masuk. Tulis jawaban singkatnya.
- Siapkan daftar harga: retail, reseller, dan ongkir per kota asal.
- Hubungkan nomor WhatsApp yang sudah kamu pakai. Nomor tetap punyamu.
- Masukin riwayat chat CS biar AI niru gaya balasnya.
- Nyalain follow-up otomatis buat yang belum bayar, misal diulang di jam 24.
Soal biaya, paket Starter mulai Rp 499 ribu per bulan, Pro Rp 759 ribu. Rinciannya ada di halaman harga. Semua paket sudah termasuk kuota poin AI, jadi nggak ada tagihan token yang nggak keliatan. Ada garansi refund 7 hari kalau ternyata nggak cocok.
Yang perlu kamu pantau setelah bot jalan cuma dua: berapa chat yang dijawab tanpa campur tangan manusia, dan berapa yang akhirnya jadi order. Dua angka itu cukup buat tahu botnya kerja atau nggak. Buat cara ngejar yang belum bayar, baca cara follow up customer di WhatsApp.
Chatbot WA buat toko dropshipmu
Balas stok, ongkir, dan resi otomatis 24 jam.
Coba Wonten.AI Sekarang